Mapala Kadupa Ungu Universitas Andalas Kampus Payakumbuh gelar donor darah 

- Redaksi

Kamis, 25 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Britaaktualnews.com, Payakumbuh – Kegiatan donor darah diadakan bersama mapala Unand kadupa dan UDD “Syahrial Leman” PMI Kota Bukittinggi pada Kamis, 25 September 2025.

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari semua kalangan kampus, mulai dari dosen, mahasiswa, hingga PMI Kota Bukittinggi.

 

Dosen Fakultas Peternakan Unand, Dr. Ir. Rusmana Wijaya Setia Ningrat, M.Rur.Sc, IPU., menilai langkah mahasiswa sebagai contoh nyata pengabdian sosial. Ia berharap kegiatan donor darah dapat dijadikan agenda rutin di kampus.

 

“Ya, saya senang sekali mahasiswa kita, terutama dari Mapala Kadupa, peduli dengan kondisi yang real dibutuhkan masyarakat. Kadang-kadang PMI kan kekurangan stok darah” ucapnya.

 

Lanjut “Bagusnya kegiatan seperti ini dibuat rutin, misalnya setiap tiga bulan atau empat bulan sekali. Jadi dalam setahun bisa tiga kali. Apalagi di Payakumbuh ada tiga prodi, yaitu akuntansi, manajemen, ekonomi, dan peternakan. Kalau bergantian, dua bulan sekali sudah bisa ada kegiatan donor darah di sini,” tambahnya lagi.

 

Rusmana mendorong kampus membangun sistem database pendonor mahasiswa. Data yang mencakup golongan darah, berat badan, hingga riwayat donor akan memudahkan koordinasi dengan PMI Bukittinggi ketika ada kebutuhan mendesak.

 

“Saya berharap mahasiswa di sini punya database. Sehingga kalau ada warga atau mahasiswa sendiri membutuhkan donor darah, tinggal kontak koordinator di kampus. Bisa BEM, pengelola, atau siapa pun yang ditunjuk. Itu akan sangat membantu. Di Padang dulu saya lakukan hal ini, dengan membuat grup database mahasiswa. Kalau ada warga yang butuh tengah malam, tinggal kontak dan langsung ke rumah sakit,” tutupnya.

Sementara itu Kepala UDD “Syahrial Leman” PMI Kota Bukittinggi, dr. Herijon, M.Kes, menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan mahasiswa dalam aksi kemanusiaan ini. Menurutnya, kolaborasi dengan kampus merupakan salah satu langkah strategis untuk menjaga ketersediaan darah.

 

“Kami sangat berterima kasih kepada Mapala Kadupa Ungu dan seluruh mahasiswa Unand Payakumbuh yang sudah peduli. Donor darah ini bukan hanya membantu PMI dalam menjaga stok darah, tapi juga melatih generasi muda untuk peduli sesama. Sesuai slogan kami: ‘Donorkan Darahmu, Berikan Mereka Harapan, Bersama Kita Menyelamatkan Nyawa,’” ujar dr. Herijon.

 

Ia juga menegaskan bahwa kebutuhan darah di wilayah Bukittinggi dan Agam cukup tinggi setiap harinya. Karena itu, dukungan dari perguruan tinggi sangat penting dalam memastikan stok tetap aman.

 

“Permintaan darah di rumah sakit terus ada, baik untuk pasien operasi, ibu melahirkan, maupun penderita thalassemia. Partisipasi mahasiswa seperti ini sangat membantu PMI dalam menutupi kekurangan. Kami berharap kegiatan donor darah bisa menjadi agenda berkelanjutan di kampus-kampus lain, sehingga semakin banyak generasi muda ikut menyelamatkan nyawa,” tambah dr. Herijon.

 

Kesan berbeda dirasakan salah seorang mahasiswa baru asal Bukittinggi, Nandrie Delvia Zailani, dari jurusan S1 Peternakan, yang untuk pertama kalinya mengikuti donor darah. Ia mengaku tidak merasa cemas saat jarum menembus kulitnya.

 

“Kalau dari pribadi sendiri, donor pertama kali biasa saja. Tadi ada kakak-kakak yang agak panik, tapi saya nggak tahu kenapa justru merasa biasa saja, tidak ada takut. Kita pikir donor darah itu sakit, padahal rasanya cuma seperti disuntik biasa, hanya dicolok, pas keluar darah juga nggak sakit,” ungkap Nandrie.

 

Nandrie mengaku berasal dari keluarga medis sehingga sudah akrab dengan dunia kesehatan.

 

“Sebenarnya saya penasaran, karena bunda saya apoteker, kakak perawat, dan mereka rutin donor darah. Dari kecil saya sering lihat orang donor darah, bahkan ada yang dapat sembako atau bingkisan. Jadi saya coba sendiri, ternyata rasanya biasa saja dan bermanfaat untuk orang lain,” tambahnya.

 

Ia pun berharap kegiatan donor darah di kampusnya terus dilanjutkan dengan partisipasi lebih banyak mahasiswa.

 

“Semoga ke depan kalau diadakan lagi, maka makin banyak pendonor yang ikut. Karena dari setetes darah itu sangat bermanfaat bagi yang membutuhkan,” tutupnya.

 

Kegiatan donor darah Mapala Kadupa Ungu Unand Payakumbuh ini menjadi bukti bahwa kepedulian sosial dapat tumbuh di kalangan generasi muda. Melalui kerja sama dengan PMI, mahasiswa tidak hanya berkontribusi menjaga ketersediaan darah, tetapi juga meneguhkan nilai kemanusiaan: saling membantu dan menyelamatkan nyawa.

Penulis : Yopi

Editor : Yopi

Berita Terkait

Tabuh Gamelan di Tengah Terik, Tiga Generasi Karawitan Bandung Temu Rasa
Regenerasi Wayang Kulit: Milad Papeling Bandung Jadi Panggung Pertama Dalang Muda Purbalingga
Bupati Purwakarta Minta Evaluasi Keamanan Waduk Jatiluhur Usai Petugas Ditemukan Tewas
Gelombang Tinggi di Muara Sungai Cikidang Pangandaran, Perahu Nelayan Terbalik dan Mercusuar Merah Patah
Topeng Sukses Serapan APBD Bogor Dibongkar BPK, LSM KCBI: TAPD dan Bappenda Harus Bertanggung Jawab Secara Hukum!
Kadivhumas Polri Mendampingi Bapak Kapolri Menghadiri Peresmian Kantor Sekretariat Bersama Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI)
Di Tengah Efisiensi Anggaran Dr. H. Edi Purwanto Hadirkan Program P3-TGAI Bantu Pejuang Petani
Penanganan Dugaan Kasus Sekdes Selawangi Disorot LSM KCBI, Transparansi Polsek Tanjungsari Dipertanyakan

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:30 WIB

Tabuh Gamelan di Tengah Terik, Tiga Generasi Karawitan Bandung Temu Rasa

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:11 WIB

Regenerasi Wayang Kulit: Milad Papeling Bandung Jadi Panggung Pertama Dalang Muda Purbalingga

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:31 WIB

Bupati Purwakarta Minta Evaluasi Keamanan Waduk Jatiluhur Usai Petugas Ditemukan Tewas

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:28 WIB

Gelombang Tinggi di Muara Sungai Cikidang Pangandaran, Perahu Nelayan Terbalik dan Mercusuar Merah Patah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:19 WIB

Topeng Sukses Serapan APBD Bogor Dibongkar BPK, LSM KCBI: TAPD dan Bappenda Harus Bertanggung Jawab Secara Hukum!

Berita Terbaru