PROGRAM MUDIK GRATIS 2026 PERANTAU JATENG, PJT BANDUNG RAYA USULKAN 40 ARMADA BUS

- Redaksi

Rabu, 7 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

BritaAktualNews.com //SEMARANG JATENG – Panitia Mudik Gratis bagi perantau Jawa Tengah di Bandung Raya dan sekitarnya mengusulkan dan mengupayakan untuk menyiapkan sebanyak 40 unit armada bus pada momen Lebaran Idul Fitri 2026 mendatang.

Kepastian disampaikan Farhan Djuniadji, Ketua Paguyuban Jawa Tengah (PJT) Cabang Bandung Raya usai mengikuti rapat koordinasi lanjutan Pemprov Jateng bersama kabupaten/kota, BUMN, BUMD, dan dunia usaha di Gedung Gradhika Bhakti Praja Kota Semarang, Rabu (07/1/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Farhan menjelaskan, ia selama dua hari berturut – turut mengikuti rapat koordinasi di Semarang diantaranya kemarin rapat teknis dengan Biro Kesra Pemprov, Badan Penghubung, dan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah untuk membicarakan hal-hal teknis yang berkaitan dengan persiapan mudik. Selanjutnya hari ini, dengan stageholter terkait lainnya, mematangkan dan mensinkronkan data.

“Hari ini tadi di forum rapat saya sampaikan Bandung tahun lalu ada 22 bus, dan tahun ini mengusulkan 40 armada bus. Penambahan itu berdasar hasil isian survei peminatan mudik dari berbagai daerah se Jawa Tengah yang merantau di Bandung Raya, sebanyak hampir 1.900 orang,” ungkap Farhan.

Menurutnya, terkait usulan tersebut, pihak Pemprov Jateng merespons positif dan akan mengupayakan penambahan armada bis.

“Tadi saat rakor berlangsung, untuk Bandung sudah ada 5 unit armada bus dari Kabupaten Cilacap, serta 3 bus dari Kabupaten Wonogiri. Sementara, untuk arus balik baru 2 bis dari Cilacap. Untuk penambahannya, sedang diupayakan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Tengah,” papar Farhan.

Farhan yang datang pada forum rakor bersama unsur pengurus PJT Cabang Bandung Raya lainnya ; Parno, Suprapto, Purwoko dan Kasmidi itu juga mengusulkan kepada Pemprov, untuk dibuatkan posko mudik di wilayah perbatasan Jawa Tengah (jalur Utara dan Selatan), yang dikhususkan bagi perantau pemotor atau pemudik mandiri kendaraan roda empat.

“Sebagai contoh, jika lintasi jalur Selatan, perjalanan dari Bandung itu titik lelahnya di Kota Banjar (perbatasan Jawa Barat – Jawa Tengah). Alhamdulillah Pemprov juga merespons dengan akan mengkoordinasikannya bersama Pemda yang berada di perbatasan,” tuturnya.

Untuk diketahui, dalam forum rapat koordinasi di Semarang, Pemprov terus menggodok secara intens persiapan program mudik dan balik gartis bagi perantau di Jabodetabek dan Bandung Raya. Seperti tradisi tahun lalu, tak menutup kemungkinan tahun ini ratusan armada bus juga disiapkan untuk memastikan layanan transportasi yang aman dan nyaman bagi masyarakat khusunya para perantau yang hendak mudik ke Kabupaten Kota di Jawa Tengah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno saat rapat koordinasi menyebut, tekah terdata sudah ada 349 unit bus serta 20 rangkaian kereta api yang siap digunakan untuk program tersebut. Jumlah itu belum maksimal, lantaran Pemporv menargetkan terjadi penambahan hingga minimal mencapai 383 bus atau sama dengan tahun sebelumnya.

Sumarno menyampaikan, rapat koordinasi ini bertujuan memastikan seluruh pihak siap berkolaborasi dalam memfasilitasi masyarakat agar dapat mudik dan kembali ke perantauan dengan aman serta lancar.

“Yang kita lakukan ini untuk memudahkan saudara-saudara kita agar bisa mudik dengan aman dan selamat. Berbagai permasalahan di tahun-tahun sebelumnya tentu menjadi bahan evaluasi agar penyelenggaraan tahun 2026 bisa lebih baik,” ujar Sumarno.

Ia menegaskan, program mudik dan balik rantau gratis merupakan agenda rutin yang terus dievaluasi dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, aspek keselamatan menjadi perhatian utama dalam setiap tahap persiapan.

Sumarno mengapresiasi kontribusi seluruh pihak yang terlibat, mulai dari pemerintah kabupaten/kota, BUMN, BUMD, hingga dunia usaha yang turut menyediakan armada transportasi. Namun demikian, ia menekankan bahwa seluruh kendaraan dan kru yang bertugas wajib memenuhi standar keselamatan sesuai ketentuan pemerintah.

“Tidak boleh ada satu pun aspek keselamatan yang terabaikan. Armada dan kru harus benar-benar memenuhi seluruh instrumen persyaratan,” tegasnya.

Selain penambahan armada, Pemprov Jateng juga menerima masukan dari paguyuban peserta mudik dan balik rantau terkait penambahan titik pemberangkatan dan tujuan. Menanggapi hal itu, pemerintah provinsi akan melakukan pemetaan berdasarkan sebaran domisili peserta.

“Dengan titik keberangkatan yang lebih dekat dengan tempat tinggal, masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan. Ini bagian dari upaya kita memberikan pelayanan terbaik,” jelas Sumarno.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Arief Djatmiko, menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan pencermatan ulang untuk menetapkan titik-titik satelit pemberangkatan mudik maupun balik rantau 2026.

“Pemetaan ulang sebenarnya sudah kita lakukan, utamanya untuk peserta balik rantau gratis,” ungkapnya.

Ia mencontohkan, Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali, menjadi salah satu titik utama dengan titik satelit di Sragen, Karanganyar, Wonogiri, dan Klaten. Sementara Terminal Tipe A Mangkang dilengkapi titik satelit di Jepara dan Blora.

Adapun Terminal Tipe A Bulupitu, Banyumas, memiliki titik satelit di Kabupaten Cilacap, Kebumen, Banjarnegara, dan Purbalingga, guna menjangkau peserta dari wilayah barat Jawa Tengah.

Pelaksanaan mudik gratis direncanakan pada 16 – 17 Maret 2026, dengan titik pemberangkatan di Museum Purna Bhakti Pertiwi, Jakarta Timur, Stasiun Pasar Senen, Jakarta, dan di kawasan PT Dirgantara Indonesia, untuk Bandung Raya. Untuk program balik rantau gratis akan dilaksanakan pada 27–28 Maret 2026. [gp]

Berita Terkait

Tabuh Gamelan di Tengah Terik, Tiga Generasi Karawitan Bandung Temu Rasa
Regenerasi Wayang Kulit: Milad Papeling Bandung Jadi Panggung Pertama Dalang Muda Purbalingga
Bupati Purwakarta Minta Evaluasi Keamanan Waduk Jatiluhur Usai Petugas Ditemukan Tewas
Gelombang Tinggi di Muara Sungai Cikidang Pangandaran, Perahu Nelayan Terbalik dan Mercusuar Merah Patah
Topeng Sukses Serapan APBD Bogor Dibongkar BPK, LSM KCBI: TAPD dan Bappenda Harus Bertanggung Jawab Secara Hukum!
Kadivhumas Polri Mendampingi Bapak Kapolri Menghadiri Peresmian Kantor Sekretariat Bersama Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI)
Di Tengah Efisiensi Anggaran Dr. H. Edi Purwanto Hadirkan Program P3-TGAI Bantu Pejuang Petani
Penanganan Dugaan Kasus Sekdes Selawangi Disorot LSM KCBI, Transparansi Polsek Tanjungsari Dipertanyakan
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:30 WIB

Tabuh Gamelan di Tengah Terik, Tiga Generasi Karawitan Bandung Temu Rasa

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:11 WIB

Regenerasi Wayang Kulit: Milad Papeling Bandung Jadi Panggung Pertama Dalang Muda Purbalingga

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:31 WIB

Bupati Purwakarta Minta Evaluasi Keamanan Waduk Jatiluhur Usai Petugas Ditemukan Tewas

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:28 WIB

Gelombang Tinggi di Muara Sungai Cikidang Pangandaran, Perahu Nelayan Terbalik dan Mercusuar Merah Patah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:19 WIB

Topeng Sukses Serapan APBD Bogor Dibongkar BPK, LSM KCBI: TAPD dan Bappenda Harus Bertanggung Jawab Secara Hukum!

Berita Terbaru