Sudah Jangan ke Jatinangor,” Tiket Ludes Terjual. Bukti Antusiasme Seni Pertunjukan Kabaret Bandung

- Redaksi

Kamis, 15 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

BritaAktualNews.com //Bandung – Pementasan kabaret kolaborasi akbar bertajuk “Sudah Jangan ke Jatinangor,” yang diadaptasi dari salah satu karya seniman dan penulis ternama Pidi Baiq, berhasil mencatat kesuksesan luar biasa dengan menjual habis 1.500 tiket reguler dan resale.

Pertunjukan yang akan diselenggarakan di Dago Tea House ini menggabungkan dua tim kabaret ikonis Bandung dan menargetkan kabaret sebagai pilihan hiburan utama masyarakat, selain media digital.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sutradara pertunjukan, Dimas Tri Aditio, menyatakan tujuan utama pementasan ini adalah menjadikan kabaret sebagai pilihan hiburan masyarakat, di tengah ramainya film dan konten media sosial.

“Kabaret itu lumayan cukup bisa dibilang ikonik di Bandung. Kalau ngomongin istilah kabaret itu sudah Bandung pisan,” kata Dimas di Bandung, Rabu (14/1/2026).

Dimas mengungkapkan, pertunjukan tersebut melibatkan kurang lebih 120 orang, mencakup tim, pemain, dan kru. Pementasan ini merupakan hasil kolaborasi antara dua kelompok kabaret, yakni Bosmat dari SMA 7 Bandung dan Sepakter dari SMP 7 Bandung.

Selain kepiawaian sutradara Dimas dalam mengolah dan meramu kabaret tersebut, keberlangsungannya juga dipadukan dengan racikan tangan Tatan Oscar, yang merupakan junior dan rekan regenerasinya.

Dimas menyebut, secara garis besar, drama ini menyuguhkan kisah romantis komedi yang dibalut nuansa tragis, terinspirasi langsung dari lirik lagu Pidi Baiq.

“Cerita berpusat pada perjuangan seseorang yang mencintai seorang perempuan yang pindah kuliah ke Jatinangor,” sebut Dimas.

Disinggung mengenai tema, Dimas mengatakan bahwa tema cinta dipilih karena sifatnya yang universal, yang di dalamnya mencakup isu persahabatan, pengkhianatan, dan hubungan dengan orang tua.

Dimas juga mengungkapkan rasa senang dan bangganya atas antusiasme ini, sekaligus menceritakan perjalanan karirnya di dunia kabaret sejak SMA, yang kini berhasil membawa tim binaannya meraih gelar juara umum di Bandung.

Sementara itu, produser pertunjukan, Argan Hasta Nugraha, mengungkapkan bahwa ide kolaborasi ini berawal dari inisiatifnya yang melihat potensi karya Pidi Baiq, yang dikenal sukses di film dan musik, namun belum pernah diadaptasi ke dalam format kabaret.

Antusiasme publik terhadap tiket yang habis terjual, bahkan mencapai 1.500 tiket reguler dan re-sale untuk dua hari pertunjukan, tidak terlepas dari peran strategi pemasaran digital.

Menurut Hasta Ardan, lonjakan penjualan tiket, yang awalnya lambat, terjadi setelah tim media sosial membuat satu konten yang berhasil viral hingga mencapai lebih dari 300 ribu views di laman For Your Page (FYP).

“Ketika ada satu tim medsos kami yang membuat konten, ternyata yang pertama dari fansnya Ayah Pidi Baiq banyak, ya fansnya, lagu-lagunya yang ‘Sudah Jangan Ke Jatinangor’ khususnya juga banyak. Dan orang kabaret pun senang,” jelas Argan.

Di akhir Argan mengatakan bahwa pertunjukan kabaret ini digelar pada tanggal 7 – 8 Februari 2026 di Dago Tea House Bandung, dengan total lima sesi.

“Ada lima sesi, di mana sesi malam pada hari Sabtu disebut sebagai Special Show. Pidi Baiq direncanakan hadir dalam sesi Special Show di hari Sabtu,” tutup Argan.

Selain itu, kelompok kabaret BOSMAT SEVACTER secara resmi meluncurkan Official Poster “Sudah Jangan ke Jatinangor”, yang terinspirasi dari lagu legendaris karya Pidi Baiq.

Pertunjukannya akan menjadi penanda kembalinya BOSMAT SEVACTER ke panggung besar setelah perjalanan panjang empat dekade berkarya di dunia kabaret dan teater.

Nama – nama yang terlibat dalam produksi pertunjukan ini diantaranya adalah; Produser : Argin Hasta, Cakra Dewa, Timur Ali, Argan Hasta. Sutradara: Dimasta, Tatan Oscar. Dengan Pemeran : Tatan Oscar, Alika Chelya, Dimasta, Buana Lintang, Sabrina Sameh, Pams, Dadan Riel, Wibyatama Riyadi dan Great EJ.

“Sudah Jangan ke Jatinangor” mengusung pendekatan komedi dua warna khas Bosmat yang dipadukan dengan drama emosional, pertunjukan tersebut nantinya hadir sebagai tontonan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak penonton bernostalgia. [ign_jae]

Berita Terkait

Tabuh Gamelan di Tengah Terik, Tiga Generasi Karawitan Bandung Temu Rasa
Regenerasi Wayang Kulit: Milad Papeling Bandung Jadi Panggung Pertama Dalang Muda Purbalingga
Bupati Purwakarta Minta Evaluasi Keamanan Waduk Jatiluhur Usai Petugas Ditemukan Tewas
Gelombang Tinggi di Muara Sungai Cikidang Pangandaran, Perahu Nelayan Terbalik dan Mercusuar Merah Patah
Topeng Sukses Serapan APBD Bogor Dibongkar BPK, LSM KCBI: TAPD dan Bappenda Harus Bertanggung Jawab Secara Hukum!
Kadivhumas Polri Mendampingi Bapak Kapolri Menghadiri Peresmian Kantor Sekretariat Bersama Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI)
Di Tengah Efisiensi Anggaran Dr. H. Edi Purwanto Hadirkan Program P3-TGAI Bantu Pejuang Petani
Penanganan Dugaan Kasus Sekdes Selawangi Disorot LSM KCBI, Transparansi Polsek Tanjungsari Dipertanyakan
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:30 WIB

Tabuh Gamelan di Tengah Terik, Tiga Generasi Karawitan Bandung Temu Rasa

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:11 WIB

Regenerasi Wayang Kulit: Milad Papeling Bandung Jadi Panggung Pertama Dalang Muda Purbalingga

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:31 WIB

Bupati Purwakarta Minta Evaluasi Keamanan Waduk Jatiluhur Usai Petugas Ditemukan Tewas

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:28 WIB

Gelombang Tinggi di Muara Sungai Cikidang Pangandaran, Perahu Nelayan Terbalik dan Mercusuar Merah Patah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:19 WIB

Topeng Sukses Serapan APBD Bogor Dibongkar BPK, LSM KCBI: TAPD dan Bappenda Harus Bertanggung Jawab Secara Hukum!

Berita Terbaru