BritaAktualNews.com //CIAMIS JABAR – Ribuan warga Panjalu tumpah ruah memenuhi Lapangan Garaha, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Selasa (16/9/2025). Mereka hadir untuk mengikuti Kirab Kebangsaan Merah Putih yang digelar dalam suasana penuh semangat persatuan.
Acara ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Ciamis, Desa Panjalu, dan Kodim 0613/Ciamis. Tujuannya sederhana namun bermakna besar: meneguhkan kembali semangat kebangsaan di tengah masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sorotan utama kirab ini adalah bendera Merah Putih raksasa berukuran 35 x 25 meter. Sebanyak 500 orang ditugaskan khusus membentangkannya, sebelum barisan kirab bergerak menyusuri rute sepanjang 2,3 kilometer menuju Nusa Pakel.
Tercatat 2.025 peserta ambil bagian dalam kirab ini. Mereka terdiri dari berbagai unsur, mulai pelajar, masyarakat umum, tokoh agama, hingga aparat TNI dan pemerintah daerah. Jalanan Panjalu pun penuh sesak oleh warga yang ingin menyaksikan jalannya kirab.
Komandan Kodim 0613/Ciamis, Letkol Inf Afiid Cahyono, menegaskan bahwa kirab bukanlah kegiatan seremonial belaka. Menurutnya, kegiatan ini mengandung pesan mendalam tentang nasionalisme dan tanggung jawab bersama.
“Merah Putih bukan sekadar bendera, tapi simbol pengorbanan, persaudaraan, dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Setiap jiwa harus merasa bangga dan wajib menjaga Indonesia,” kata Afiid.
Ia menambahkan, kirab kebangsaan ini sudah menjadi agenda rutin Kodim 0613/Ciamis dalam dua tahun terakhir. Tahun lalu, kegiatan serupa digelar di Puncak Indragiri Panawangan dan di Kota Banjar.
“Harapannya, kegiatan ini mampu menggugah semangat kebangsaan masyarakat serta mempererat persatuan di tengah situasi keamanan dan ketertiban yang dinamis,” ujarnya.
Sementara itu, ulama kharismatik Habib Muhammad Luthfi bin Yahya turut hadir dan memberikan tausiyah kebangsaan. Kehadirannya menjadi magnet tersendiri bagi warga yang ingin mendapatkan wejangan spiritual sekaligus pesan kebangsaan.
Dalam tausiyahnya, Habib Luthfi menekankan pentingnya menjaga warisan perjuangan para pendiri bangsa. Ia mengingatkan bahwa nasionalisme bukan sekadar kata, melainkan tanggung jawab nyata setiap generasi.
“Menjaga Indonesia berarti menjaga amanah para ulama dan pejuang. Jangan sampai semangat kebangsaan kita pudar. Kita harus terus mewarisi nilai cinta tanah air ini,” ungkap Habib Luthfi.
Kepala Desa Panjalu, Yuyus Surya Adinegara, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bersinergi menyukseskan acara. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya simbolik, melainkan sarana nyata menumbuhkan patriotisme.
“Kirab ini sesuai dengan tagline kami, Hayu Ngawangun Panjalu Babarengan. Mari kita hilangkan ego, satukan langkah, dan terus bergandeng tangan membangun bangsa serta daerah,” ujar Yuyus.
Selain kirab, rangkaian kegiatan juga menampilkan potensi Desa Panjalu. Agenda budaya akan berlanjut dalam dua hari ke depan dengan Upacara Nyangku, tradisi khas Panjalu yang memiliki nilai religius dan historis tinggi.
Antusiasme juga tampak dari kalangan pelajar. Agit Nurpijak salah satu siswa SMK Negeri 1 Panjalu mengaku bangga bisa ikut serta. “Ini pertama kali saya ikut kirab. Seru sekali, ada kesenian juga dan bendera raksasa yang terbentang. Maknanya adalah menumbuhkan rasa cinta bangsa dan negara,” katanya.
Acara kirab ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Habib Luthfi. Doa kebangsaan tersebut diikuti seluruh peserta dengan khidmat, meneguhkan kembali komitmen menjaga persatuan Indonesia.
Dengan suksesnya acara ini, Kampung Pancasila Panjalu kian kokoh sebagai pusat edukasi nilai kebangsaan, tempat harmonisasi masyarakat, serta simbol kolaborasi antara budaya, agama, dan TNI bersama rakyat. [AST_GP]







