Dugaan mark-Up Pengadaan Bibit Ternak Tahun 2024,Inspektorat dan APH segera Perikas Desa Wanaarum Kecamatan Rimbo Ulu

- Redaksi

Jumat, 2 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

BritaAktualNews.com // Tebo – Desa Wana Arum kecamatan Rimbo ulu kabupaten Tebo,menuai sorotan atas penggunaan dana desanya. Untuk tahun 2024 lalu, desa tersebut mendapatkan Dana Desa sebesar Rp 900.361.000 dan telah terealisasikan. Untuk tahun 2025 ini sebesar Rp 924.275.000.

Desa Wanaarum merupakan desa hasil pemekaran dari desa Wanareja, dan belum mempunyai Kepala desa tetap dan terus dipimpin oleh Pejabat sementara. Atas dasar tersebut, tercuat nama Yessy sebagai Kaur Keuangan atau Bendahara Desa yang di anggap memegang perananan dalam mengatur Pengadaan di desa tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adapun beberapa dugaan mark-up oleh bendahara tersebut, yakni Pengaadaan Ternak kambing Rp 60.000.000 dengan satuan 12 Ekor pada sistem informasi keuangan desa tapi realisasi nya 24 ekor di lapangan dengan harga Rp 5.000.000 per ekornya. Sesuai dari hasil kroscek oleh tim media ini dengan pedagang penjualan bibit ternak yang merupakan penyedia bibit tersebut di wilayah Rimbo bujang, di ketahui untuk harga bibit ternak kambing sekitar Rp 3.500.000 untuk untuk 2 ekornya.

Sementara untuk pengadaan ternak sapi di tahun yang sama sebesar Rp 96.000.000 dengan satuan 7 ekor atau Rp 13.750.000 per ekornya, Sesuai dari hasil kroscek langsung di lapangan dengan warga penjual ternak di wilayah Desa tersebut, di ketahui untuk harga ternak sapi tersebut hanya di jual sebesar Rp 7.200.000/ekor nya

Dari keterangan data di atas, untuk pengadaan bibit ternak di desa wanaarum untuk tahun anggaran 2024 dari total pagu Rp 156.000.000 diduga terjadi mark-up pengadaan sebesar Rp 63.850.000 (Rp18.000.000 + Rp 45.850.000). Dan ketika di konfirmasi kepada yang bersangkutan, beliau mengalihkan pengadaan tersebut kepada Direktur Bumdesnya.

Direktur Bumdes Mekar Arum, Pak Eri saat bertemu dengan Tim media ini, membantah semua informasi tersebut.
” Saya mau nemui Mbak Yesi dulu to, saya gak tau tentang pengadaan itu, SK saya turun bulan 6 ( Juni) tahun 2025, sama sekali saya gak tahu mas”, terangnya.

(IS)

Berita Terkait

Tabuh Gamelan di Tengah Terik, Tiga Generasi Karawitan Bandung Temu Rasa
Regenerasi Wayang Kulit: Milad Papeling Bandung Jadi Panggung Pertama Dalang Muda Purbalingga
Bupati Purwakarta Minta Evaluasi Keamanan Waduk Jatiluhur Usai Petugas Ditemukan Tewas
Gelombang Tinggi di Muara Sungai Cikidang Pangandaran, Perahu Nelayan Terbalik dan Mercusuar Merah Patah
Topeng Sukses Serapan APBD Bogor Dibongkar BPK, LSM KCBI: TAPD dan Bappenda Harus Bertanggung Jawab Secara Hukum!
Kadivhumas Polri Mendampingi Bapak Kapolri Menghadiri Peresmian Kantor Sekretariat Bersama Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI)
Di Tengah Efisiensi Anggaran Dr. H. Edi Purwanto Hadirkan Program P3-TGAI Bantu Pejuang Petani
Penanganan Dugaan Kasus Sekdes Selawangi Disorot LSM KCBI, Transparansi Polsek Tanjungsari Dipertanyakan

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:30 WIB

Tabuh Gamelan di Tengah Terik, Tiga Generasi Karawitan Bandung Temu Rasa

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:11 WIB

Regenerasi Wayang Kulit: Milad Papeling Bandung Jadi Panggung Pertama Dalang Muda Purbalingga

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:31 WIB

Bupati Purwakarta Minta Evaluasi Keamanan Waduk Jatiluhur Usai Petugas Ditemukan Tewas

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:28 WIB

Gelombang Tinggi di Muara Sungai Cikidang Pangandaran, Perahu Nelayan Terbalik dan Mercusuar Merah Patah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:19 WIB

Topeng Sukses Serapan APBD Bogor Dibongkar BPK, LSM KCBI: TAPD dan Bappenda Harus Bertanggung Jawab Secara Hukum!

Berita Terbaru